Bangkit dari Keterpurukan Usaha dan Belajar Mengembangkan Bisnis Terbaik Bersama ASUS Chromebook Flip C434 | Gawai Ringkas Nan Gesit

Kesedihan macam apa yang sedang menggelayuti perasaan laki-laki yang kokoh jiwanya dan jarang menunjukkan muka masamnya padaku dan orang-orang di sekitarnya, hingga sore ini matanya memerah, air matanya tergenang di pelupuk matanya. 
Tak ada sepatah kata yang keluar dari mulutnya, ia menyandarkan kepalanya di punggungku dan mendekapku erat. Suara sesenggukan tangisnya perlahan mengeras. Terlebih ketika murotal yang ia putar sampai pada Surat Al Fajr ayat 27 hingga selesai yang artinya:

Hai Jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku.  Masuklah ke dalam surga-Ku. (Surat Al Fajr: 27-30)

Aku yang didekapnya hanya bisa terdiam membisu. Kubiarkan lelaki yang sudah menjadi suamiku ini memuaskan tangisannya. Saat itu aku hanya bertanya besar dalam hatiku. 

Seberat apakah kesedihan yang sedang dirasakan suamiku? Apakah karena usahanya yang sedang ia rintis tak berjalan sesuai harapan? 

Aku tahu, memang tak mudah menjadi kepala keluarga apalagi bila kondisi ekonomi sedang terguncang.  

Daftar Isi

  1. Pengorbanan Merelakan Jabatan CEO dan Pengorbanan yang Tak Pernah Kami Tahu
  2. Keputusan Berinvestasi pada Skill Digital
  3. Pukulan Pandemi dan Tuntutan Berganti Haluan
  4. Memulai Bisnis Digital Modal Pas-Pasan dan Nekat Pinjam Laptop
  5. Laptop Seperti Apa yang Dibutuhkan Untuk Menunjang Kesuksesan Bisnis Kami?
  6. 12 Alasan ASUS Chromebook Flip C434 Menjadi Gawai Penunjang Kesuksesan Bisnis Digital
  7. Formula Menentukan Laptop Terbaik Untuk Kegiatan Bisnis Kamu
  8. Tips Bangkit dari Keterpurukan Usaha dengan Ilmu dan Iman
  9. Pentingnya Mengasah Soft Skill Untuk Kesuksesan Bisnis
  10. Strategi UMKM Tumbuh dan Berkembang di Tengah Pandemi

Pengorbanan Merelakan Jabatan CEO dan Pengorbanan yang Tak Pernah Kami Tahu

“Bagaimana tidak sedih, dek, untuk membelikanmu siomay yang kamu minta aku harus berpikir berkali-kali apakah uangnya cukup atau tidak.”
Itulah alasan yang suamiku berikan ketika kutanya penyebab mengapa ia menangis kala senja di bulan-bulan awal pernikahan kami. 
Semenjak menikah, suami memutuskan keputusan yang sebenarnya berat baginya, namun melihat keluargaku yang sedang diuji dengan masalah berat membuat ia menuruti permintaanku untuk tinggal bersama di rumah ibuku.
Biasanya ketika sudah menikah, seorang istri akan ikut tinggal bersama suaminya entah mengontrak atau pun tinggal bersama mertua. Hal ini tak berlaku bagi kami, justru suami yang ikut tinggal di rumah ibuku. Karena aku tak mungkin meninggalkan ibuku tinggal sendirian di rumah sementara adik bungsuku mengurung diri di kamarnya.
Suamiku melepas karir cemerlangnya saat itu yang bekerja di sebuah perusahaan multinasional dan merelakan untuk melepaskan jabatannya menjadi seorang CEO di sebuah UMKM produk minuman coklat bernama Kakakoa. 
Karir cemerlangnya ia tinggalkan untuk tinggal bersama istrinya di sebuah desa di pegunungan. Ia mencoba dengan memulai usaha jajanan kekinian yakni sostel, namun usaha sostel ini hanya bertahan beberapa bulan saja karena pemasukan dengan pengeluarannya tidak berimbang, terlebih harus membayar satu orang karyawan.
Kondisi ekonomi suami menjadi sangat jauh dari keadaan sebelumnya yang bahkan bisa untuk menguliahkan adiknya. Adiknya sempat menyayangkan keadaan suamiku. Di kota karirnya sudah bagus, malah sekarang di desa ekonominya jadi sangat kepepet. 
Cobaan di awal pernikahan kami tak hanya ekonomi yang terpuruk, tapi juga kami harus merasakan kehilangan buah hati. Setelah sepuluh minggu mengandung, dokter memberikan vonis bahwa kandunganku tidak berkembang dan harus segera dikuretase.
Saat itu dokter menyarankan untuk segera melakukan kuretase, namun suami meminta untuk menunggu sejenak karena kondisi keuangan. Namun, orang tuaku tak tega membiarkanku bersedih, akhirnya dana kuretase dibantu juga oleh orang tuaku. 
Apakah cobaan yang bertubi itu membuat suamiku menyerah? 
Jawabannya, tidak!
Suamiku terus berupaya untuk memperbaiki perekonomian keluarga kami, dengan sisa uang yang ada akhirnya dipertemukan dengan peluang usaha mengembangkan bisnis bandeng presto di daerah Banjarnegara. 
Alhamdulillah satu tahun berjalan, bisnis bandeng presto ini mampu menggeliatkan kembali perekonomian rumah tangga kami.

Keputusan Berinvestasi pada Skill Digital

Satu tahun sudah suamiku menjalani bisnis bandeng presto dengan banyak kisahnya seperti kisah karyawan yang keluar masuk tanpa ada kabar. Ini bukan karena gaji, karena memang para karyawan belum terlatih mentalnya untuk menawarkan dagangan bandeng presto dari pasar ke pasar lainnya.
Ketika melihat perjalanan bisnis bandeng presto ini ternyata tren penjualannya menurun. Tren penjualan bandeng meningkat ketika menjelang idul fitri dan setelah itu cenderung menurun. Hal ini tentu membuat suamiku berpikir, bila tren penjualan masih terus menurun, maka usaha bandeng presto ini tak bisa lagi diteruskan.
Aku memang memiliki minat pada bidang digital marketing. Awal tahun 2020 lalu, aku meminta izin suami untuk investasi pada salah satu skill yang dibutuhkan di dunia digital marketing, yakni ilmu blogging. 
Programnya bernama mentorship blogging dan harga investasinya adalah Rp 1,2 juta. 
“Bismillah ya, mas, kita investasi ke pelatihan ini. Semoga nanti bisa balik modal ya.” Izinku pada suami. 
Suami pun setuju dan justru ia yang semangat untuk ikut belajar dari video materi dalam program tersebut. 
“Memang kalau mas pikir-pikir, dengan kondisi susah mencari karyawan, mas tidak selamanya bisa berjualan bandeng presto dengan membawa keranjang dan menawarkannya pada orang-orang. Sepertinya ini saatnya buat mas belajar tentang skill digital.”
Mendengar pengakuan suamiku itu, aku langsung semangat menimpali.
“Betul mas, sekarang skill digital sangat dibutuhkan. Kalau bisa setelah kelas ini kita buat produk digital, mas. Tahu nggak kalau keuntungan dari produk digital itu luar biasa. Kita cukup ribet saat awal-awal saja, tapi setelahnya nanti akan jadi passive income buat kita.” 

Pukulan Pandemi dan Tuntutan Berganti Haluan

Pandemi yang datang bulan Maret 2020 lalu memang mengagetkan. Usaha jualan bandeng presto suami harus terhenti karena situasi yang tidak memungkinkan untuk menawarkan dagangan dari satu pasar ke pasar lainnya yang biasa suami lakukan. 
Untuk mengambil di supplier yang berada di Kendal pun rasanya tidak memungkinkan karena kondisi pandemi ini. Lagi-lagi kami dihadapkan dengan permasalahan ekonomi, kini rasanya menjadi lebih berat lagi karena sudah ada bayi kecil berusia tiga bulan yang mewarnai hari-hari kami. 
Suami yang terbiasa bekerja di lapangan dan cenderung pada hal-hal yang bersifat offline merasakan pandemi ini layaknya pukulan keras. Ia bingung apa yang perlu dilakukan. Terlebih lagi, ternyata pendapatan dari penjualan bandeng presto beberapa bulan ini defisit. 
Parahnya lagi, ketika aku tahu bahwa ada hutang pada supplier bandeng presto dalam nominal yang cukup besar. 
Aku tak ingin suamiku semakin sedih apalagi bila harus mendengarkan kata-kata orang terdekat. Aku berpikir kira-kira bisnis digital apa yang bisa suami lakukan dan sesuai dengan keahliannya.
Karena pandemi ini membuat sektor digital lebih mudah beradaptasi dibanding sektor offline.
“Mas, gimana kalau kita buat kelas online menghafal Al Quran sesuai kepribadian. Mas kan punya keterampilan psikologi aplikatif yang bisa mengetahui metode belajar yang sesuai dengan kepribadian.” celetukku.
Suamiku hanya diam berpikir dan itu tandanya ia setuju. 

Memulai Bisnis Digital Modal Pas-Pasan dan Nekat Pinjam Laptop

Dengan uang yang tersisa tak mencapai satu juta dari hasil jualan bandeng presto, suamiku memutuskan untuk membeli hosting. Ia membuat website bernama Brain Personalities.
Cobaan berikutnya ketika baru saja akan membuat website, tiba-tiba laptop satu-satunya yang kami miliki rusak. Maka suami pun nekat meminjam laptop ASUS Vivobook milik adik bungsuku apabila sedang tidak dipakai. 
Suamiku membuat alat tes kepribadian sendiri sesuai dengan ilmu yang dimilikinya. Ia juga begadang membuat materi untuk kelas online menghafal Al Quran sesuai kepribadian. 
Selain itu, aku dan suami juga sedang menekuni bisnis kepenulisan. Aku bertugas menjadi marketing-nya karena personal branding-ku sedari dulu adalah penulis. Sedangkan untuk pengerjaan nanti akan dibantu suami. 
Alhamdulillah bisnis kepenulisan ini berjalan lancar, semenjak pandemi kami selalu mendapatkan pesanan tulisan dari proyek kecil hingga skala Start Up besar. Bahkan pernah aku mendapat proyek untuk proofreading buku terbaru Pak Mardigu Wowiek. Wah, sebuah kehormatan! 
Alhamdulillah juga tes kepribadian BRAIN yang dibuat suami sudah pecah telor dengan lebih dari seratus orang pengguna. Selain itu juga, kami mengadakan les privat di rumah. 
Tahukah kamu bahwa kami membuat bisnis digital baik kelas online menghafal Al Quran sesuai kepribadian yang kami sebut sebagai Tahfidz Brain dan bisnis kepenulisan hanya menggunakan smartphone yang kami miliki. Bila butuh laptop, kami akan meminjamnya.
Kami sebenarnya sedang mendambakan kehadiran laptop atau komputer yang bisa membantu kerja kami lebih cepat. Karena peranti komputer atau laptop ini sangat berpengaruh pada kecepatan kami dalam bekerja.
Contohnya saja ketika suami menulis dan mendesain gambar untuk artikel dengan menggunakan laptop yang sudah diperbaiki, butuh waktu lama hanya untuk menuntaskan satu artikel. Seringkali kami berdua begadang karena pekerjaan yang tidak kunjung selesai diakibatkan lemotnya laptop yang kami gunakan. 

Laptop Seperti Apa yang Dibutuhkan Untuk Menunjang Kesuksesan Bisnis Kami?

Aku dan suami merasakan betapa pentingnya laptop dalam menunjang kinerja kami. Laptop yang kinerjanya lemot berpengaruh pada durasi waktu pengerjaan pekerjaan kami. 
Kami membutuhkan laptop yang mampu mengimbangi kecepatan pekerjaan karena dunia digital yang begitu dinamis. 
Dua bisnis kami yakni Tahfidz Brain (kelas online menghafal Al Quran sesuai kepribadian dan bisnis kepenulisan, semuanya membutuhkan pengerjaan lewat laptop walaupun bisa melalui smartphone, tapi tentu rasanya berbeda. 
Kami sedang mencari laptop baru agar anggapan negatif orang kepada kami berkurang. Di desa masih beranggapan bahwa kerja di depan HP itu bukanlah bekerja namun sekedar main-main. Padahal semua pekerjaan kami lakukan melalui smartphone. 
Jika ditanya, laptop seperti apa yang kami inginkan maka inilah kriterianya. 

1. Laptop Berdesain Minimalis 

Aku dan suami menyukai hal-hal yang sederhana dan berbau minimalis. Dalam memilih laptop, kami pun punya pilihan sama. Kami menginginkan laptop berdesain minimalis dengan abu-abu sebagai preferensi warna yang ingin kami pilih. Desain minimalis ini memunculkan kesan percaya diri ketika memakainya. 

2. Memiliki Processor Intel Generasi Terbaru

Terbiasa memakai laptop dengan processor jadul yakni Intel Celeron, membuat kami mendambakan laptop baru yang dikendarai dapur pacu Intel Generasi Terbaru. Intel generasi terbaru tentunya memberikan pengalaman bekerja yang sangat memuaskan. Tak ada lagi lemot-lemot klub, baterainya juga awet walau dipakai bekerja berjam-jam. 

3. Punya Fasilitas 2 in 1

Kalau ini sih impian aku banget, pengen punya laptop touch screen, tidak hanya bisa digunakan dalam mode konvensional, tapi juga bisa digunakan dalam bentuk tablet. Maklum, karena pengen punya tablet, tapi rasanya sayang jika beli tablet saja. Kenapa tidak punya laptop yang sekaligus bisa dijadikan tablet?

4. Memori Besar 

Aku dan suami menyukai gawai yang memiliki memori besar. Dengan memori besar kita bisa menyimpan file apa saja tanpa perlu menghapus file yang sudah dimiliki. Memori yang aku sukai adalah bertipe SSD karena memungkinkan transfer data dengan lebih cepat.

5. RAM Minimal 4 GB

Kami memimpikan laptop yang bisa digunakan multitasking dengan cepat. Kebiasaan kami dalam bekerja menggunakan laptop adalah banyak membuka aplikasi secara bersamaan. Misalnya aplikasi Google Chrome, Microsoft Office, dan aplikasi lainnya dalam waktu bersamaan. 

6. Daya Tahan Baterai yang Lama

Laptop kami yang terakhir harus selalu terhubung dengan stop kontak, tentu hal ini membuat kami kerepotan ketika ingin mengerjakan pekerjaan di luar rumah yang tidak ada stop kontaknya. Oleh karena itu, kami butuh laptop yang memiliki daya tahan baterai yang lama sehingga membuat kami bisa bekerja dari mana saja. 
Nah, itulah enam kriteria laptop yang kami butuhkan untuk menunjang kinerja bisnis kami dalam bidang website dan kepenulisan. 

12 Alasan ASUS Chromebook Flip C434 Menjadi Gawai Penunjang Kesuksesan Bisnis Digital

Sudah lama sebenarnya memasukkan model laptop ASUS Flip dalam wish list gawai yang ingin kami beli. Awalnya kami jatuh cinta dengan seri Zenbook Flip, tapi melihat kondisi keuangan kami saat ini belum memungkinkan. 
Untungnya bertemu dengan info webinar ASUS dan Komunitas IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis), pada poster webinar ada gambar laptop ASUS model 2 in 1, langsung penasaran dan ternyata itu adalah model laptop ASUS Chromebook Flip C434, setelah melihat spesifikasi dan harganya, jadi kepincut ingin segera meminangnya. 
Sepertinya aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan ASUS Chromebook Flip C434 ini, kenapa? Inilah dia alasannya.

1. Kategori Laptop Hybrid yang Bisa Dipakai dengan Tiga Model

Setiap kali lihat review laptop kategori Hybrid atau 2 in 1, hati menggebu-gebu ingin segera meminangnya. Merasakan jari-jari berpadu dengan layar ketika mengoperasikannya, membayangkan bisa menulis langsung di layarnya membuat hati ini selalu berdoa bisa memiliki jenis laptop ini.
Buat para ibu-ibu dapat banyak dengan harga hemat itu prestasi. Sama seperti ketika memiliki satu laptop yang bisa dipakai dengan tiga model, juara banget rasanya dan buat kami yang di desa, laptop jenis ini memunculkan kesan mewah. 
Tiga model yang bisa dicoba adalah model konvensional layaknya laptop biasa, kemudian bisa dilipat menyerupai tenda sehingga mudah untuk menulis atau mencorat-coret layarnya dengan stylus pen, dan yang terakhir bisa dilipat 360 derajat menyerupai tablet. Juara banget deh pengalaman tiga model yang dirasakan. 

2.  Tak Perlu Khawatir, Engselnya Kuat dan Memberikan Pengalaman Mengetik dan Audio yang Memuaskan

Apa yang terlintas ketika memilih laptop dengan model hybrid ini? Pasti kamu khawatir kan dengan engselnya, nanti kalau bolak-balik dilipat apa nggak cepat rusak?
Tenang saja, ASUS sesuai dengan tagline-nya yang berbunyi in search of incredible, tentu akan selalu memberikan produk dengan kualitas yang terbaik. Jadi, jangan khawatir, engselnya kuat karena telah menggunakan engsel 360 derajat ergolift yang mampu menahan layar dengan sangat baik. 
Kamu tak perlu khawatir ketika menggunakannya dalam tiga model yang sudah kujelaskan tadi. Nah, hal yang aku suka dari model laptop hybrid adalah kenyamanan menatap layar ketika sedang mengetik. Laptop biasanya ketegakan layarnya hanya sampai 90 derajat saja, beda dengan laptop ini karena bisa dimiringkan sesuai keinginan kita. 
Oh ya, adanya engsel ergolift ini memberikan ruang lebih di bawah laptop. Hal ini membuat suara speaker lebih kuat, jernih, dan efek bass-nya terasa. Tentu makin membuat pengalaman nonton film atau drama jadi lebih seru ya. 

3. Sistem Operasi Google Membuat Kerja Makin Cepat dan Seru 

Aku baru tahu banget ternyata sistem operasi bukan hanya ada Mac dan Windows, ternyata sekarang Google juga tidak mau ketinggalan memproduksi laptop bersistem operasi Google. Kalau diibaratkan sih, ASUS Chromebook Flip C434 ini ibarat android versi laptop. 
Buat aku yang terbiasa mengerjakan bisnis dengan peranti Google, sangat jatuh cinta dengan sistem operasi ini. Apalagi aku juga pengguna android. Jadi klop banget deh kalau punya ASUS Chromebook Flip C434 ini. 
Kerja kita bisa makin cepat disini. Karena bisa menyinkronkan akun Google yang ada di laptop dengan smartphone Android yang kita miliki. Apa sih serunya sinkronisasi ini? Bagiku serunya adalah ketika histori pencarian browser yang di smartphone juga nanti akan muncul saat menggunakan browser di laptop. 
Kadang aku pernah membuka website dan suatu ketika ingin membukanya lagi tapi lupa nama website-nya. Dengan mencari di histori browser yang sudah tersinkronisasi dengan akun Google di smartphone, maka akan dengan mudah ditemukan.  
Selain itu file yang aku simpan di google drive atau google doc akan tersinkronisasi dengan baik. Jadi, tidak perlu kirim file dari smartphone ke laptop. Semua kemudahan hanya dalam satu gawai. 

4. Kemudahan Berkolaborasi dengan Pengguna Google Lainnya Menggunakan Google Suite App

Terbiasa bekerja dengan klien jarak jauh maka berkolaborasi menggunakan file sudah tidak asing lagi bagiku. Hanya saja di laptop bersistem operasi Windows, aku perlu mengetikkan alamat Google Drive, Google Docs, Google Sheet, atau Google Slide agar bisa mengaksesnya. 
Nah, kalau punya ASUS Chromebook Flip C434 nggak perlu lagi deh mengetikkan alamat satu per satu di browser. Karena ada Google Suite App yang membuat kita semakin mudah mengakses file kolaborasi dengan pengguna Google lainnya. 
Kita bisa langsung mengedit file di aplikasi tersebut dan otomatis akan tersimpan di cloud. Pengguna lain juga bisa mengetahu pekerjaan kita secara real time. Jadi jangan kaget ketika membuka file Google Doc dan ada yang mengetik sendiri, itu bukan hantu, tapi pengguna Google lainnya ya. Haha.

5. Bisa Download Aplikasi yang Ada di Google Play Store 

Keinginanku pengen punya laptop versi Android kayaknya dikabulkan nih oleh ASUS Chromebook Flip C434 ini. Karena sistem operasinya adalah Google maka toko aplikasinya bukan lagi Microsoft Store, tapi Google Play Store. 
Buat aku yang biasa edit foto dan video menggunakan aplikasi di smartphone, bisa banget download aplikasinya di laptop, tanpa harus mencari versi apk yang tersebar di internet. Tinggal buka Google Play Store dan cari aplikasi yang ingin diinstal. 

6. Keamanannya Jangan Ditanya, Aman Banget!

Kalau punya ASUS Chromebook Flip C434 ini kamu nggak perlu install aplikasi anti virus. Kenapa? Karena sistem keamanannya sudah aman banget. Kamu hanya bisa install aplikasi dari Google Play Store. 
Selain itu, sudah tahu kan bagaimana ketatnya Google dalam hal keamanan, berlapis-lapis bukan keamanannya? Jadi, jangan khawatir dengan semua file yang kamu miliki tak akan mudah di-hack oleh orang yang tak bertanggung jawab. 

7.  Desain Minimalis dan Ringan Dibawa Kemana Saja

Sekarang ini lagi tren banget gaya hidup minimalis, parenting minimalis, milih laptop pun minimalis juga dong. Itu kalau aku, ya. Ukuran ASUS Chromebook Flip C434 ini berukuran 13 inci dengan layar 14 inci. 
Ketebalan dari laptop ini adalah 15,7 mm dengan berat tak sampai 2 kg yakni hanya 1,45 kg. Warna yang diusung adalah warna silver dengan logo ASUS di tengah dan logo Google Chrome berada di pojok kiri atas ketika layar dibuka. Warna dan peletakkan logonya membuat terlihat minimalis apalagi perpaduan warna silver. Ah, tak sabar meminangnya. 
Selain itu, dengan berat hanya 1,45 kg membuat laptop ini ringan dibawa kemana saja. 

8. Bisa Seru-Seruan dengan Google Assistant

Biasanya kalau lagi kurang kerjaan, aku suka bercakap-cakap dengan Google Assistant, seru banget, deh. Silakan dicoba. Hehe. Jawabannya out of the box.

Oh ya, buat para pecinta drama Start Up yang pengen punya Smart Assistant kayak Yeong-Sil mending beli ASUS Chromebook Flip C434, nih. Ada fitur Google Assistant yang akan membantu kamu mengerjakan tugas mulai dari mengirim email,  membuka dokumen, hingga menonton video. 
Kamu cukup mengatakan, “Hai Google.” 
Duh seru banget, jadi nggak sabar pengen meminang laptop ini. 

9. Baterai Tahan Sampai dengan 10 Jam

Baterai adalah kunci, apalah arti kekerenan fitur lainnya kalau baterainya boros dan nggak bisa diajak kerja di tempat favorit. Kabar baiknya laptop ASUS Chromebook Flip C434 ini punya ketahanan baterai yang luar biasa.
Untuk sekali pengisian, laptop ini bisa tahan selama kurang lebih sepuluh jam. Jadi, dibawa bepergian pun tak perlu khawatir harus mencari colokan. Buat pebisnis yang mobilitasnya tinggi, beuh cocok banget. 

10. Prosesor dan RAM-nya Buat Kerja Multitasking Makin Ngebut

Kalau kamu punya laptop dengan prosesor terbaru dan RAM besar maka mari katakan selamat tinggal pada kata ‘not responding’. 

Prosesor dari ASUS Chromebook Flip C434 ini sudah menggunakan prosesor Intel generasi terbaru hingga Intel Core i5 dan didukung RAM hingga 8 GB. Perpaduan Intel generasi terbaru dan kapasitas RAM yang besar membuat kerja multitasking makin ngebut. Kerja pun jadi lebih efisien. 
Say good bye to not responding club.

11. Koneksi Wi-Fi Lebih Cepat dan Stabil

Sekarang ini hidup tanpa internet hampa. Sejam aja internet mati berapa kerugian bisnis yang harus ditanggung. Apalagi bagi para pebisnis digital, freelancer, atau pekerja remote yang semuanya mengandalkan diri pada internet. 
ASUS Chromebook Flip C434 ini mengerti kebutuhan konsumen akan kecepatan internet sehingga laptop ini dibekali dengan Wi-Fi 5 yang membuat sinyal semakin kuat, stabil, dan bisa melakukan transmisi data yang cepat. 

12. Dapat Penyimpanan Ekslusif Google One 100 GB

Untuk ASUS Chromebook Flip C434 ini memang tidak dibekali dengan memori yang ‘wah’ besarnya. Memorinya menggunakan kartu memori eMMC mulai dari 32 GB sampai 128 GB. Tapi tenang, memori dalam laptop ini hanya terpakai ketika kamu menginstal aplikasi dari Google Play Store. 
Jangan khawatir juga, karena setiap pembelian ASUS Chromebook Flip C434 ini kamu akan mendapatkan penyimpanan Ekslusif Google One sebesar 100 GB. Penyimpanan ini mencakup Google Drive, Gmail, Foto Google, dan akses ke peranti Google lainnya. 
Nah, itulah 12 alasan dariku mengapa ASUS Chromebook Flip C434 ini cocok banget untuk menunjang para pelaku bisnis digital sepertiku. Dari enam kriteria laptop yang aku butuhkan, ternyata dipenuhi semua oleh ASUS Chromebook Flip C434. 
Untuk masalah penyimpanan, bagiku penyimpanan cloud itu keren banget dan aku suka meski memori internalnya tidak terlalu besar. Karena aku juga biasa menyimpan di penyimpanan cloud.

Berikut ini spesifikasi dari ASUS Chromebook Flip C434 yang akan membuatmu terpesona. 
Spesifikasi ASUS Chromebook Flip C434
Prosesor Intel Core M3-8100Y/I5-8200Y/17-8500Y
Sistem Operasi Chrome OS
Layar 14 inci (16:9) LED Backlit FHD (1920×1080) 60Hz Touchscreen with 100% RGB
Grafis Intel HD Graphics 615
Penyimpanan 32GB/64GB/128GB eMMC
Memori LPDDR3 4Gb/8GB 1867 MHz
Interface 2 x USB 3.1 Gen 1 Type- C
1 x USB 3.1 Gen 1 Type-A
1 x micro SD card (up to 2TB extension)
1 x audio jack COMBO
Baterai Up to 10 hours battery life ( 3 cell 48whr)
Keyboard full-size chicklet backlit keyboard
Dimensi 320.9 x 202.3 x 15.7 mm
Berat 1.45 kg
Warna Spangle Silver
Harga Rp11.879.000


Formula Menentukan Laptop Terbaik Untuk Kegiatan Bisnis Kamu

Banyak jenis laptop yang tersedia di pasaran seringkali membuat kita bingung, sebaiknya laptop apa ya yang harus kita beli untuk menunjang kegiatan bisnis kita.
Dari pengalaman yang aku dapat, maka bisa aku simpulkan formula untuk menentukan laptop terbaik untuk mendukung aktivitas bisnis.

Kegiatan Harian + Kebutuhan + Budget = Laptop Terbaik

Dulu aku sempat salah dalam menentukan laptop yang akan kubeli, sekarang aku sudah tahu formulanya. Baiklah akan aku jabarkan.
Kegiatan harian: Identifikasi biasanya dalam kegiatan bisnis harian kamu kegiatan apa saja yang dilakukan dan membutuhkan laptop misalnya mengetik laporan, desain banner, editing video, dan sebagainya.
Kebutuhan: Setelah mengidentifikasi kegiatan harian kamu, maka kamu akan tahu spesifikasi laptop apa yang sesuai untuk menunjang kegiatan bisnis harianmu.
Budget: Kalau kamu sudah tahu laptop yang sesuai dengan kegiatan bisnis harian dan kebutuhan, maka dilihat lagi berapa budget yang kamu anggarkan.
Selamat mencoba formula ini ya, semoga bermanfaat!

Tips Bangkit Dari Keterpurukan Usaha Dengan Iman dan Ilmu

Tahun 2020 dengan kondisi pandemi memberikan banyak sekali hikmah. 
Memilih untuk bangkit atau tetap terpuruk dalam kegagalan adalah pilihan. Memilih diantara keduanya atau tidak memilih salah satunya pun termasuk pilihan. 
Tahun 2020 akan menjadi kenangan perjuangan kami dalam mempercayai Allah dan menggapai impian kami dengan iman dan ilmu. 
Aku tak ingin menyalahkan keadaan berat ini. Justru aku bersyukur dari keadaan berat ini, aku dan suami mampu melewatinya dengan baik. Taraf hidup kami jauh lebih baik ketika kami ikhlas dengan kondisi pandemi ini. 
Inilah hikmah yang aku sarikan dari perjalanan kami satu tahun ini. Semoga bisa dijadikan pelajaran. 
  1. Menerima dan berdamai dengan keadaan berlandaskan khusnudzon atau berpikiran positif kepada Allah.
  2. Untuk bisa ada di titik yang lebih baik, kami selalu mencoba untuk mohon doa restu pada orang-orang tersayang seperti keluarga atau pasangan.
  3. Jangan batasi diri dengan kemampuan yang pernah dimiliki. Keluarlah dari zona nyaman untuk belajar hal baru yang bahkan kita tak pernah mengenalinya sebelumnya.
  4. Berbagi dengan apa yang kita miliki. Bila tak ada uang maka ilmu dan waktu pun bisa kamu bagikan.
  5. Terus mengambil hikmah sebagai pelajaran dan bekerja keras serta tidak bermalas-malasan.
  6. Perluas jejaring dengan orang-orang yang memiliki frekuensi positif sehingga kamu akan tertular memiliki semangat yang positif.
  7. Tak ada salahnya juga untuk mendoakan kebaikan untuk orang lain.

Pentingnya Mengasah Soft Skill Untuk Kesuksesan Bisnis

Kondisi bisnis kami memang masih perlu pengembangan. Tahun 2021 kami ingin bisa lebih menguatkan pondasi dan sistem dari bisnis yang sudah kami jalani berdua. Harapannya dengan pondasi dan sistem yang kuat kami bisa membuka lebih banyak lapangan kerja.
Untuk membangun pondasi dan sistem yang kuat sangat diperlukan duo skill yakni soft skill dan hard skill. Ada perumpamaan unik yang disampaikan oleh Bapak Victor Asih, seorang motivator, public speaker, IT Consultant, dan Mentor of Business Start Up and Technology Innovation, dalam sesi ASUS x IIDN Business Webinar dengan tema Sustainable Growth with Chromebook.
Perumpaan yang disampaikan oleh Bapak Victor Asih adalah mengumpamakan bahwa hard skill layaknya jurus-jurus sedangkan soft skill diibaratkan layaknya tenaga dalam. Keduanya saling mendukung, hanya saja banyak orang fokus pada bagaimana menguasai jurus-jurus dan lupa memperbesar tenaga dalam.
Apalah arti jurus-jurus yang sudah dikuasai apabila tidak punya tenaga dalam, pasti keok nanti ketika berhadapan dengan lawan.  
Bapak Victor Asih juga menjelaskan juga betapa pentingnya soft skill, beliau dalam presentasinya menyampaikan bahwa penelitian Harvard University, Amerika Serikat menyatakan bahwa prosentasi faktor yang mempengaruhi kesuksesan seseorang adalah 80% soft skill dan 20% hard skill.
HARD SKILL + SOFT SKILL = KEBERHASILAN
Penelitian tersebut juga diaminkan oleh World Economic Forum (WEF). WEF memprediksikan bahwa tahun 2025 sekitar 85 juta jenis pekerjaan akan digantikan oleh mesin dan robot. 
Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat bahkan WEF menyarankan untuk terus meningkatkan keterampilannya. 
Berikut ini sepuluh keterampilan yang akan sangat dibutuhkan pada tahun 2025:

  1. Kemampuan berpikir analitis dan inovatif.
  2. Pembelajaran aktif dan strategi pembelajaran.
  3. Pemecahan masalah yang kompleks.
  4. Berpikir kritis dan analisis. 
  5. Kreativitas, originalitas, dan inisiatif.
  6. Kepemimpinan dan pengaruh sosial.
  7. Penggunaan dan pengelolaan teknologi.
  8. Desain teknologi dan pemrograman.
  9. Ketahanan diri dalam mengelola stress.
  10. Pemikiran, pemecahan masalah, dan membuat ide. 

 Kira-kira dari sepuluh poin di atas, sudahkah kamu memiliki semuanya?

Dari sepuluh keterampilan tersebut bisa kita lihat bahwa sebanyak 80% adalah soft skill sedangkan 20% adalah hard skill yakni seperti penggunaan dan pengelolaan teknologi, serta desain teknologi dan pemrograman. 

Strategi UMKM Tumbuh dan Berkembang di Tengah Pandemi

Aku yakin tak ada yang ingin pandemi ini terjadi. Apalagi pandemi ini benar-benar menimbulkan efek domino perekonomian negara mana pun di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Bukan hanya perusahaan besar saja, tapi juga sektor UMKM.
Hal tersebut dibenarkan oleh survey program Score ILO pada hari UMKM 2020 yang jatuh pada tanggal 27 Juni 2020.  Hasil survey menyebutkan bahwa:
  1. Sebanyak 70% UMKM berhenti beroperasi sementara, 50% diantaranya disebabkan oleh order yang berkurang.
  2. Pendapatan mengalami penurunan bahkan ada yang mengalami kerugian lebih dari 25%.
  3. Terjadi penurunan omzet sebesar 25-50% bahkan sepertiga diantaranya mengalami penurunan omzet di atas 50%.
  4. Sebanyak 90% bisnis mengalami kesulitas cashflow.
  5. Sebanyak 70% perusahaan terpaksa mengurangi jam kerja karyawan bahkan terpaksa melakukan PHK. 
Ada tiga strategi bagi UMKM untuk terus tumbuh dan bertahan yang dipaparkan oleh Bapak Viktor Asih, tiga strategi ini juga sudah kami terapkan dan alhamdulillah bisa bertahan. 

1. Open Mind

Agar UMKM mampu bertahan di situasi pandemi, mereka perlu terbuka dengan berbagai peluang yang datang di balik pandemi ini. Hal ini sudah aku dan suami lakukan, usaha bandeng presto suami terpaksa tutup. Aku dan suami mencoba mencari celah peluang apa yang terbuka dan terbitlah usaha Tahfidz Brain dan bisnis kepenulisan. 

2. Dare To Change

Untuk terus bertahan kita harus mengosongkan gelas untuk berani belajar hal baru. Hal ini dilakukan oleh suamiku. Suamiku terbiasa melakukan kegiatan berbasis offline yakni di lapangan, sedangkan aku lebih suka kegiatan berbasis online.
Adanya pandemi ini membuat suamiku harus belajar dunia baru yakni dunia online. Ia yang tak paham dengan website, blogging, sosial media, kini terus belajar menguasai hal tersebut.

3. Never Give Up

Habiskan jatah gagalmu, itulah nasehat yang selalu didengungkan para motivator. Tak masalah gagal kalau kita mau terus bangkit dari setiap kegagalan yang menimpa kita. 

Kesimpulan

Pandemi memang seakan membawa kita ke titik nol. Namun, bukankah titik nol adalah titik untuk kita memulai kembali. 
Apabila usaha kita terpuruk, bukan jadi alasan kita untuk menyerah. Justru ini adalah momen untuk kita bangkit dan belajar hal baru sehingga ke depannya kita tak terperosok pada lubang yang sama. 
Kunci utama sukses dalam dunia digital ini adalah kemampuan untuk mau beradaptasi, belajar, dan terus mengembangkan diri. Terlepas dari itu kita juga butuh gawai yang menunjang kecepatan kita untuk bisa sukses di dunia digital.
Aku memilih ASUS Chromebook Flip C434 sebagai partner bertumbuh untuk mewujudkan bisnis terbaik. Karena 12 alasan yang sudah aku paparkan di atas dan tentunya gawai ini ringkas dan gesit. Kalau kamu bagaimana? Gawai apa yang kamu pilih untuk mendukung kesuksesan bisnismu? Yuk sharing!

Referensi

https://www.weforum.org/agenda/2020/10/top-10-work-skills-of-tomorrow-how-long-it-takes-to-learn-them/
https://www.asus.com/id/2-in-1-PCs/ASUS-Chromebook-Flip-C434TA/
0 Shares:
12 comments
  1. kisahnya inspiratif mbak, kalau rezeki ada aja ya jalannya. jatuh bangun itu biasa, yang penting bagaimana bangkit dari keterpurukan itu ya mbak. semoga rezeki laptop asus chromebookny ya mbak

  2. Wah asik ya laptopnya, bisa download aplikasi Google Play store. Lumayan jadi enggak menuh-menuhin ponsel. Semoga usahanya dimudahkan jalannya ya Mbak dan rezeki melimpah.

  3. MasyaAllah mbak nabila,ceritanya menginspirasi sekali, suami berani melepas posisi yang bisa dibilang sudah mapan ya mbak, sebagai CEO suatu UMKM. Tapi semua kembali pada keputusan ya mbak, semoga chromebook ASUS bisa menjadi rejeki untuk mbak nabil, sukses ya mbak. Anyway ngomong-ngomong mardigu, kalau boleh tahu gimana caranya mbak nabila bisa proofreading Mardigu Wowiek? motivator yang channel youtubenya sering didengarkan suamiku itu mbak, MasyaAllah Barakallah ya mbak nabila dan keluarga

  4. Orang bisnis memang dituntut untuk semakin kreatif yaa, kak..
    Apalagi saat semuanya dilakukan secara online begini. Sesekali WFO, asalkan taat prokes.
    Laptop seperti ASUS Chromebook Flip C434 memang cocok banget untuk businessman dalam menunjang segala kebutuhan saat bekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like