Berkarya Lebih Dari Bekerja

Ini masih tentang buku faces and places karya Desi Anwar.
Membaca buku ini rasanya seperti sedang diajak berwisata ke beberapa tempat di dunia dan dipertemukan dengan sosok-sosok yang menginspirasi.

Pada bab pertama kita akan diajak menikmati proses petualangan menyaksikan kawanan ikan paus di laut lepas. Kemudian berpindah lagi ujung timur perbatasan Indonesia, yakni Merauke Papua.

Ada cerita menarik ketika Mba Desi ini menjejakkan kaki disana. Di sebuah perbatasan merauke ini tepatnya di tengah hutan ada taman besar yang terawat dengan rumput yang terpangkas rapi. Rumput itu bersih dan rapi. Ternyata selama ini yang merawat taman itu adalah seorang polisi yang bernama Ma’ruf.

Dulu pertama kali ketika ia ditugaskan di Merauke pada tahun 1993 tempat itu berantakan dan dipenuhi semak belukar dan rumput liar. Pokoknya sangat tidak terjangkau. Daerahnya juga tidak aman. Namun ini adalah pintu masuk ke daerah republik Indonesia.

Pak Ma’ruf awalnya memang ditugaskan untuk menjaga daerah itu. Namun ada pelajaran yang bisa diambil bahwa tugas yang diberikan padanya tak lantas dijadikan beban. Ia memandang tugas itu adalah panggilan hidup, panggilan untuk mengabdi pada negara dan bangsa.

“Ini bukan tempat kerja saya.” kata Pak Ma’ruf ketika ditanyai tentang pekerjaannya.

“Ini tempat saya bertugas demi tujuan yang luhur. Ini adalah tempat saya berkarya.
tambah beliau.

Padahal ia merawat taman itu dengan gajinya sebagai polisi. Kawan-kawannya pun enggan untuk merawat rumput itu. Kini ia juga membeli beberapa petak tanah di sebelahnya untuk bercocok tanam.

Aku belajar bahwa bekerja yang hanya dijadikan beban tak akan menghasilkan karya. Namun apabila bekerja dengan tujuan luhur maka kelak akan menjadi karya .

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like