Cara Guru TK Mengajar di Masa New Normal

 
Covid 19 belum juga usai namun pemerintah sudah mengumumkan new normal, lantas apa kabar dunia pendidikan? 
Apa kabar para guru dan murid?
Apa kabar para wali murid?
New normal ini tentunya membawa konsekuensi juga di dunia pendidikan. New normal atau kenormalan baru itu bukan berarti kita kembali ke kondisi normal dulu.
Namun kita berada pada kondisi normal baru dimana kita perlu untuk memperhatikan aspek-aspek keselamatan dan kesehatan. Protokol kesehatan pun perlu diperhatikan.
New normal bukan pertanda covid 19 telah usai. New normal menjadi cara pemerintah agar masyarakat tetap melakukan aktivitas produktif dengan menerapkan protokol kesehatan. 
Pasar-pasar dan tempat umum sudah mulai dibuka. Bahkan mall-mall sudah mulai dibuka, namun mengapa sekolah belum diperbolehkan?
Banyak pertanyaan wali murid yang menanyakan kenapa pasar dan tempat umum lainnya sudah dibuka namun sekolah belum? 
Kemarin ketika aku mengikuti monitoring dan evaluasi lembaga PAUD Kecamatan Karangkobar Banjarnegara, aku menemukan jawabannya.

“Guru dan sekolah itu ibarat garda terdepan di masyarakat. Sekolah dan gurulah yang memberikan teladan bagi masyarakat. Sehingga bagi seorang guru wajib hukumnya untuk selalu mengikuti protokol kesehatan. Karena ketika guru dan stakeholder sekolah saja tidak memberikan contoh maka jangan salah kalau masyarakat juga merasa masa bodoh.”
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun menghimbau agar sekolah jangan dulu dibuka demi mencegahnya lonjakan kasus pada periode kedua paling tidak hingga Bulan Desember 2020.
Kondisi new normal dan konsep belajar dari rumah sebenarnya membuat bukan hanya wali murid saja yang punya tantangan, guru pun demikian. 
Harusnya tahun ajaran baru adalah waktu bertemu dengan wajah-wajah murid baru. Namun adanya covid 19 ini membuat kami sebagai seorang guru menunda pertemuan kami dengan murid baru. 
Jujur, ada tantangan tersendiri bagi seorang guru TK yang harus mengajar murid baru lewat daring. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat kami.
Adanya covid 19 ini membuat kami mau tidak mau memikirkan cara paling efektif dan kreatif dalam mengajar. 
Berikut ini cara kami mengajar selama masa new normal ini khususnya bagi para murid TK.
  • Menggunakan Media Whatsapp sebagai sarana komunikasi dengan wali murid dan juga murid serta sebagai sarana untuk mengirimkan tugas harian bagi para murid. Kami menggunakan sarana media WaG (WhatsApp Group) karena lebih mudah diakses karena kebetulan daerah kami ada di pedesaan sehingga apabila menggunakan video call tidak memungkinkan untuk tiap harinya. 
  • Satu kelas dibagi menjadi tiga kelompok belajar. Hal ini dilakukan untuk memudahkan ustadzah dalam memantau perkembangan anak didiknya 
Grup WaG Kelompok Belajar 
  • Memberikan Peraturan pada pembelajaran Whatsapp agar murid memiliki rasa bertanggungjawab. Adapun peraturan pembelajaran via media WhatsApp adalah sebagai berikut: 
    • Ustadzah akan membuka grup dan membagikan materi pembelajaran tepat pukul 08.00 WIB. 
    • Pembelajaran dimulai dari pukul 08.00 WIB sampai dengan 14.00 WIB. Bagi murid yang akan mengirimkan tugas diluar jam tersebut diharapkan izin pada ustadzah. 
    • Apabila melebihi jam 14.00 WIB maka tugas langsung dikirim ke nomor ustadzah langsung bukan ke grup WaG.
    • Bila sudah jam 14.00 WIB grup WaG dikunci. 
    • Setelah selesai setor hafalan dan tugas, ustadzah memberikan bintang dalam bentuk kartu bintang dan memberikan feedback. 
  • Membuat video pembelajaran dari setiap materi yang kemudian diunggah ke youtube. Barulah setelah selesai diunggah ke youtube, link dari video pembelajaran yang ada di youtube dibagikan kepada wali murid. 
Ternyata langkah yang kami gunakan ini memberikan manfaat bagi para wali murid. Wali murid tidak perlu repot untuk mengunduh video pembelajaran yang biasanya berukuran besar. 
 
Video Pembelajaran di Youtube 
Manfaat lainnya pun dengan membuat video pembelajaran, anak lebih mudah menangkap isi pembelajaran. Karena anak-anak memang lebih suka belajar dengan visual.
 
Sebelum tahun ajaran baru, kami hanya menggunakan audio sebagai media pembelajaran dan ternyata hal ini kurang menarik dan greget bagi anak-anak. Karena anak lebih tertarik dengan hal yang berbau visual.
 
Alhamdulillah hafalan anak-anak semakin lancar ketika ditalqin hafalan lewat video yang kami buat.
  • Setiap satu minggu sekali, ustadzah melakukan video call atau bila memungkinkan dengan melakukan home visit pada kelompok belajar.
 

Belajar di New Normal
Video Call bersama Guru dan Murid 
 
Itulah cara mengajar guru TK di masa new normal. Masa new normal ini menjadi dilema bagi guru dan juga wali murid. Wali murid menginginkan agar tetap ada pembelajaran tatap muka karena ada perbedaan antara diajar ustadzah dengan diajar oleh kedua orang tuanya.
Dilema lainnya adalah guru juga tidak bisa melakukan home visit setiap hari dikarenakan waktu, tenaga dan letak lokasi home visit yang menyebar dan jauh dari lingkungan sekolah.
New normal ini membuat kami sebagai guru menjadi berpikir kreatif dalam mengajar. Karena anak TK lebih kuat visualnya maka pembelajaran kami buat dalam bentuk video dan dimasukkan ke youtube.
 
“Us alhamdulillah semenjak ada video yang dibuat ustadzah hafalannya jadi semakin mudah dibanding dulu hanya dengan menggunakan audio saja.” Komentar salah seorang wali murid ketika berkunjung ke sekolah untuk membayar SPP.
Semoga kondisi bisa segera normal. Apapun keadaannya baik new normal atau tidak maka menjadi kewajiban bagi seorang guru untuk terus berinovasi agar ilmu bisa diterima dengan baik oleh murid.
Semangat para guru sang pahlawan tanpa tanda jasa. 
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like