Kerja Keras Seorang Ibu Untuk Pendidikan Anak-Anaknya

Masih kuingat betul masa kecilku dulu. Tinggal di rumah setengah tembok dan kayu. Bahkan teman-teman sering mengejekku karena rumahku jelek. Meskipun rumahku sederhana namun ibu selalu memenuhi apa yang menjadi kebutuhan anak-anaknya terutama dalam bidang pendidikan.

Saat itu gaji guru tak bisa diharapkan untuk menopang semua kebutuhan hingga ibu harus bekerja keras menambah penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kalau bahasa gaulnya ibu berjualan ‘palugada (apa yang kamu butuhkan aku ada)’ . Mulai dari jualan baju hingga menerima pesanan roti.

Masih aku ingat saat SMP, di rumah ibu menyediakan fasilitas PC lengkap. Sesaat kemudian ibu menyediakan fasilitas laptop Toshiba yang tahun 2008 harganya sampai 8 juta. Delapan juta di tahun 2008 bukanlah nominal yang sedikit.

” Ibu tidak masalah kerja keras. Bagi ibu pendidikan nomor utama. Sebisa mungkin ibu memberikan fasilitas terbaik yang menunjang pendidikan anak-anak ibu.” Ungkap ibu

Ibu memang tak akan ragu-ragu untuk mengeluarkan uang lebih asalkan itu untuk kepentingan pendidikan anak-anak. Aku dan adik-adikku diberikan kesempatan untuk ikut les tambahan yang biayanya tidak sedikit.

Ah aku jadi ingat kisah para ulama besar yang bisa menjadi ulama seperti sekarang ini karena usaha keras ibunya. Ibunya sangat perhatian dengan pendidikan anak-anaknya. Semoga kelak aku bisa menjadi ibu yang selalu memperhatikan pendidikan anak-anaknya dan itu menjadi prioritas utama. Karena harta bila habis maka tak ada yang tersisa. Berbeda dengan ilmu. Sekali diserap makan tak akan habis.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like