Mandiri dari Makanan Tak Berfaedah bagi Tubuh

Kali ini di tantangan kuliah bunda sayang level kedua semakin menantang.
Materinya adalah tentang melatih kemandirian. Berhubung belum punya anak jadi yang perlu dilatih kemandiriannya adalah diriku dan suamiku.

Nah, skill pertama terkait kemandirian yang ingin aku dan suamiku asah adalah kemandirian dari makanan tak sehat. Setelah membaca dua buku eating clean dari inge tumiwa , rasanya ada banyak sekali pola makan yang perlu dirubah dan menghentikan ketergantungan pada makanan tak sehat.

Apalagi hari ini di pagi hari, aku iseng melakukan tes kehamilan. Alhamdulillah ada strip dua dalam alat tes kehamilan tersebut. Antara bahagia dan takut juga, karena bulan November 2018 lalu saat usia kandungan 2,5 bulan terpaksa harus dikiret karena janin tidak berkembang. Ya Allah semoga selalu diberikan kesehatan sampai lahiran nanti.

Jadi, aku masih ngeyel makan-makanan tak berfaedah bagi tubuh. Terus suami bilang gini,

“Hayo, nanti kalau ditanya malaikat gimana? Lala uangmu kamu buat pake apa? Trus adek jawab buat beli buku eating clean. Trus ditanya lagi sama malaikat, sudah dipraktekkan belum ilmu dari buku itu.”

Wah, rasanya mak jleb.

Akhirnya tadi mulailah untuk makan makanan yang memang diperlukan oleh tubuh. Aku memaksa diriku melawan mual yang kualami dengan banyak minum, makan buah, makan kurma, makan sayuran dan endingnya tadi aku mau makan ikan bandeng. Notabene aku memang tidak suka ikan. Alhamdulillah percobaan pertama berhasil. Aku makan tanpa trauma 😀 semoga proses persalinan nanti pun tak menimbulkan trauma

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like