Membaca Kunci Awal dari Menulis

Kalau kamu mentok dalam menulis, coba deh cek seberapa sering kamu membaca akhir-akhir ini?
Semenjak dunia per-gawaian (HP, Laptop, Tablet) merajalela, kualitas membaca bukuku menurun. Lebih suka membaca yang ada di HP dan malah membaca status yang unfaedah. Astaghfirullah.

Tadi sempat membatin dalam hati, alhamdulillah semenjak hamil ini kok gairahku untuk berkarya melalui media tulisan jadi membara. Nak, semoga nanti kamu lahir jadi orang yang punya banyak karya manfaat untuk orang lain ya aamiin.

Beberapa minggu lalu alhamdulillah bisa mengerjakan 123 halaman novel yang akan diseleksi oleh penerbit major indonesia, elexmedia feat hipwee. Saat itu ngerjain 100 halaman novel dikebut dalam waktu seminggu lebih sedikit.

Hari ini aku tertantang untuk mengikuti sayembara yang diadakan oleh penerbit divapress yang sedang mencari naskah parenting. Maka hari ini aku mengembara membaca dari satu tulisan ke tulisan lainnya untuk menemukan referensi.

Setelah seharian berkutat dengan bacaan referensi akhirnya lahirlah outline dan sinopsis yang sudah kukirim ke penerbit. Semoga berjodoh. Setidaknya inilah ikhtiarku untuk bermanfaat lewat karya. Dan aku merasakan betul bahwa membaca memang kunci dari menulis.

Kalau nggak membaca bakal susah menemukan ide dan mengembangkan tulisan. Ayo banyak baca dan banyak nulis.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like