Menelusuri Perjalanan Memaafkan Jejak Luka Pengasuhan Melalui Buku Trip to Forgive

Tahun 2020 waktu kita lebih lama dihabiskan bersama keluarga di rumah. Ada yang betah dan ada juga yang tidak betah.

Ada yang betah karena memang keluarga adalah tempat kembali yang nyaman, tapi ada juga yang tidak betah karena ternyata keluarga yang harusnya memberi kenyamanan justru yang paling memberikan rasa tidak nyaman hingga sakit hati.

Membuka lembaran tahun baru dengan ditemani buku berjudul Trip to Forgive membuat aku memiliki perspektif baru dan jawaban atas permasalahanku selama ini. Jujur kehadiran buku ini sangat aku syukuri karena membantuku menelusuri jejak perjalanan di masa lalu lewat cerita-cerita yang disajikan. 

Apa itu buku Trip to Forgive? Membahas tentang apa bukunya? Siapa yang menulis? Penasaran kan ya? Yuk mari kita kupas tuntas, ya. 

Bercerita Tentang Apa Buku Ini?

Dari judulnya saja sudah menggelitik dan membangkitkan rasa penasaran. Trip to forgive yang artinya dalam Bahasa Indonesia adalah perjalanan memaafkan. Wah, memaafkan apa, nih?

Ternyata buku ini bercerita tentang kumpulan kisah nyata para wanita yang membasuh luka pengasuhan. Tagline dari buku ini pun menarik hati untuk dibaca yakni perjalanan perempuan menemukan cahaya di balik luka. 

Aku yang sebenarnya kurang suka dengan jenis buku kumpulan cerita, tapi saat membaca buku ini sangat tertarik. Kenapa? 

Buku ini ditulis oleh kurang lebih 21 penulis perempuan. Mereka menuliskannya tentu tidak asal, lho. Jadi sebelumnya mereka dibimbing oleh Mbak Diah Mahmudah dari Dandiah Care Center. Tujuan dari penulisan buku ini adalah mengajak para perempuan untuk sadar dengan kesehatan mentalnya. 

Karena perempuan memiliki banyak peran sebagai perempuan itu sendiri, istri, dan ibu bagi anak-anaknya. Terkadang muncul permasalahan dalam diri seorang perempuan yang apabila ditelusuri ternyata ada trauma atau luka dari pengasuhan orang tua sebelumnya.

Buku ini tidak mengajak pembaca untuk menyalahkan gaya pengasuhan orang tua. Tentu tidak ada manusia yang sempurna, bukan? Kita pun tidak bisa memilih dari rahim mana kita ingin dilahirkan. 

Benang merah dari buku ini adalah bagaimana kita mencoba meringankan diri untuk memaafkan apa yang telah orang tua lakukan dalam konteks pengasuhannya yang memberi efek tak baik bagi kita di masa ini. 

Penulis di buku ini sebelumnya diajarkan teknik-teknik tapping untuk melepaskan semua trauma di masa lalu dan mengidentifikasi sebenarnya apa masalah yang sedang terjadi dalam diri. Teknik itu diajarkan oleh teh Dandiah lewat pelatihannya. 

Setelah melepaskan segala trauma maka mereka diminta untuk memaafkan. Ada satu cerita yang membuatku terharu dan di akhir tulisannya ada sebuah surat yang ditujukan untuk ibunya yang sudah meninggal. 

Apa yang Aku Dapat dari Buku Ini?

Banyak hal sebenarnya yang aku dapat dari buku ini. Pada bagian awal teh Dandiah memberikan tulisan pembuka yang berjudul ruang refleksi dan ditulis dengan sangat mengena di hati.

Tulisan yang ada di ruang refleksi itu memberikan semacam pengantar tentang apa itu luka pengasuhan? Macam-macam luka batin, menemukan titik sadar hingga ajakan untuk memutus rantai luka pengasuhan. 

Buku ini pun dilengkapi dengan quote yang menarik dan mengena di hati pada halaman penjeda antara tulisan penulis yang satu dengan lainnya. 

Quote tulisan yang menarik aku dapatkan dari tulisan penulis Mbak Laksmi Anggraeni yang berbunyi:

Luka jiwamu suatu hari nanti akan menjelma kecantikan abadi seperti senja yang hangat mendamaikan hati. Maka jangan abaikan, jangan kau ingkari. Peluklah dan basuhlah walau tak mudah dijalani. Hanya dengan begitu kemilaumu akan kembali.  

Buku ini tak sekedar curhat yang tidak bisa kita ambil hikmah. Justru dari cerita itu kita bisa mengambil banyak hikmah bagaimana cara ketika orang sedang menghadapi luka pengasuhan di masa lalu dan apa yang harus dilakukan.

Apa Kesanku terhadap Buku Ini?

Kamu tahu, awal aku baca tulisan pertama di buku ini, air mataku mengambang di pelupuk mata. Seakan kisah itu berkaitan juga dengan hidupku. 

Aku membaca keseluruhan ceritanya dan beberapa ada kasus yang sama denganku. Setelah itu aku mencoba refleksi atas luka batin yang juga aku miliki dan ketemulah titik terangnya. 

Kini aku pun sedang dalam proses memaafkan itu. Tak hanya diajak menelusuri perjalanan para perempuan untuk memaafkan, tapi lewat buku ini aku pun diajak untuk benar-benar memaafkan. 

Alasan Mengapa Kamu Perlu Membaca Buku Ini

Untuk kamu yang merasa bahwa ada luka batin yang tertinggal dalam hati tapi tidak tahu luka batin itu karena siapa, maka buku ini untukmu. 

Untuk kamu calon orang tua atau yang sudah menjadi orang tua maka buku ini untukmu. 

Mengapa? Entah kamu berperan sebagai anak atau pun orang tua, kamu perlu membaca buku ini. Apa alasannya? Inilah alasannya:

  1. Buku ini ditulis berdasarkan kisah nyata dan penulisannya pun didampingi seorang ahli.
  2. Buku ini memberikan perspektif baru bagaimana menghadapi luka.
  3. Buku ini memberikan warning kepada para orang tua agar tak melakukan hal yang sama dengan kisah yang ada di buku agar tidak menimbulkan luka batin bagi anak.
  4. Kalimat yang dirangkai di dalam buku ini akan membuatmu hanyut dan menguatkan diri bagi yang sedang berjuang untuk memaafkan juga. 
  5. Buku yang mengajak bukan untuk memusuhi siapa yang telah memberikan luka, tapi justru memaafkan. Karena memaafkan pun bagi sebagian orang bukan hal yang mudah. 

Apakah kamu tertarik untuk membacanya?

Kesimpulan

Buku ini sangat cocok untuk mereka yang sedang mencari buku bertema kesehatan mental. Cerita yang berdasarkan kisah nyata membuat buku ini semakin berharga karena menunjukkan bahwa memang ada luka pengasuhan dan tentunya kita punya pilihan untuk memutus rantai luka itu.

Buku ini seakan menjadi teman bagi perempuan yang sedang berjuang dengan luka batin. Seolah buku ini berkata bahwa kamu tidak sendiri. 

Menarik dan membuat penasaran bukan? Sayangnya buku ini ekslusif tidak ada di Gramedia, kamu bisa mendapatkannya di Reseller Dandiah atau Duta Kesehatan Mental Dandiah. Aku bagikan salah satu nomor yang bisa dihubungi ya. 

Inilah nomornya 0815-7428-2922 atas nama Putri. Sebenarnya buku Trip to Forgive ini adalah rangkaian buku trilogi Positive Parenting. Ada tiga judul lain yang menarik dan pantas untuk kamu miliki juga yakni Ayah Tangguh, Membasuh Luka Pengasuhan, dan Membayar Utang Pengasuhan.

Semoga bermanfaat ya pemaparan dariku dan semangat selalu dalam memaafkan luka semenyakitkan apa pun itu. 

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like