Mengasah Logika Matematika Anak dengan Bercerita

“Ustadzah, ustadzah nanti istirahat diceritakan lagi ya.” Todong salah seorang muridku yang bernama Fahmi sembari membawa buku cerita.

Pagi hari aku baru saja sampai di sekolah dan langsung saja ditodong untuk menceritakan buku cerita yang dibawanya.

“Mas Huda juga bawa buku cerita us. Nanti diceritakan juga ya.” Kata Fahmi lagi.

Aku hanya tersenyum mengangguk dan melakukan rutinitas pagiku untuk memberikan privat bagi mereka yang ingin membaca iqro maupun abaca.

Ada hal berbeda semenjak hari Sabtu kemarin. Mas Fahmi membawa buku cerita yang berkisah tentang ksatria muslim yang menaklukan Andalusia. Kala hari Sabtu aku pun berinisiatif untuk membacakan mas Fahmi dan teman-temannya itu buku cerita tersebut.

Tak dinyana antusias mereka meningkat. Bahkan saat istirahat mereka rela tak bermain di luar hanya untuk mendengarkan cerita yang aku bacakan dari sebuah buku.

Membacakan buku untuk anak memang memiliki banyak manfaat. Bahkan pengajaran dengan nercerita bisa memberikan efek yang lebih bagus daripada hanya sekedar dinasehati.

Aku jadi teringat pesan kepala sekolah yang mengingkan agar anak-anak minimal setiap harinya anak-anak diceritakan tentang kisah-kisah nabi atau para sahabat yang bisa memberikan motivasi dan sekaligus memberikan pengajaran secara langsung kepada sang anak.

Maka tibalah saat istirahat. Ada dua anak yang membawa buku cerita. Mas Fahmi membawa buku tentang Musa bin nushair dan mas Huda yang membawa buku boardbook terbitan Mizan tentang nabi Yusuf.

“Hayo mau yang mana dulu?” Tanyaku pada anak-anak.

” Punya mas Huda dulu.” Kata mereka serempak.

Aku tahu kenapa mereka ingin dibacakan punya mas Huda dulu, karena gambarnya lebih banyak dan tulisannya sedikit haha.

Akhirnya aku pun menceritakan milik mas Huda kisah tentang nabi Yusuf. Di dalam buku itu disebutkan bahwa nabi Yusuf bermimpi melihat matahari, bulan dan sebelas bintang bersujud pada nabi Yusuf.

Ternyata di akhir buku ada gambar matahari, bulan dan bintang. Anak-anak diminta untuk menunjukkan benda apa saja yang ada di mimpi nabi Yusuf.

Menarik! Mereka langsung ingat benda apa saja yang ada di mimpi nabi Yusuf. Mereka pun langsung menunjuk gambar matahari, bulan dan bintang.

Boardbook Kisah Nabi Yusuf 

Mereka pun bersama-sama menggunakan telunjuknya dan menghitung bersama-sama sesuai dengan aba-aba yang aku berikan.

“Ada sepuluh us.” 
“Ada sebelas us.”
Jawabannya pun macam-macam. haha lucu sekali.
Ternyata memberi pengajaran kepada anak banyak macamnya dan memang lebih manjur dengan bercerita. Karena umur 0-7 tahun anak-anak sedang mengembangkan kemampuan berimajinasinya. Jadi memang sebanyak mungkin kita memberikan stimulus pembelajaran yang bisa membangkitkan daya imajinasinya. 
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like