Mengenalkan Anak Bahwa Jemputlah Rezeki di Pagi Hari

Semenjak memasuki tri semester ketiga ada anjuran untuk banyak jalan kaki. Karena rutinitas pekerjaan maka aku baru bisa meluangkan jalan kaki saat sore hari. Jalan kaki yang sedang kubiasakan adalah jalan kaki pergi ke masjid bersama suami. Jarak rumah ke masjid sekitar 150 meter. Lumayan bolak-balik untuk sholat magrib dan isya. 
Pagi ini menarik!
Malam tadi keponakanku yang berusia TK tidur bertiga denganku tanpa didampingi ayah dan ibunya. Ayah dan ibunya pulang ke rumah sedangan keponakanku itu ditinggal tidur di rumahku. Padahal keponakanku itu tidur pukul sepuluh malam namun kami berhasil membangunkannya tanpa drama menangis pada waktu subuh yang menunjukkan waktu 4 pagi. Biasanya si keponakanku itu bangunnya telat yakni setengah 7 pagi dan banyak drama untuk mau berangkat sekolah. Namun kali ini ia mudah dibangunkan. 

Trus aku bertanya padanya,

“Nadhia mau sama eyang atau ikut ke masjid bareng mba lala dan mas puji?”

Ia menjawab untuk ikut pergi ke masjid.

“Kalau mau ikut ke masjid, yuk cuci muka dulu.” kataku. Ia pun segera untuk cuci muka. Wah menyenangkan sekali.

Kami pun berjalan bertiga menyusuri gelapnya malam dan dinginnya waktu subuh. Kami bergandengan bertiga. Ah so sweet. Alhamdulillah, bahagia sesederhana ini.

Setelah sholat subuh berjamaah, kami memutuskan untuk berjalan di jalan yang berbeda dari keberangkatan kami. Kami berjalan lewat jalan besar. Terlihat aktivitas para pedagang yang sudah sibuk mengangkut dagangannya.

Nadhia yang melihat lalu lalang pedagang yang membawa dagangannya maka bertanya,

“Mas puji kenapa pedagangnya pagi-pagi sudah berangkat?” tanyanya polos.

“Pedagang itu nyiapin dagangannya agar ibu-ibu pada bisa masak di rumah nadhia.”jawab suamiku.

Akupun ikut menjawab,

“Karena pedagang itu sedang berburu rezeki di pagi hari nadhia. Kalau pagi hari masih tidur nanti rezekinya dimakan ayam.” Ucapku.

Nadhia hanya terdiam , entah karena mengantuk atau paham.

Aku selalu salut dengan para pedagang yang seringkali mulai dari sebelum subuh sudah menggelar dagangannya di pasar. Padahal pasar tempatku itu bercuaca dingin namun tak menyurutkan semangatnya untuk berburu rezeki.

Memang benar, ada keberkahan di waktu pagi.
Jadi habis sholat subuh jangan tidur lagi ya.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like