Nak, mana cicaknya?

Selepas pulang sholat magrib dari masjid, ayah mendapati salman masih menangis. Ayah yang tahu bahwa sang ibu belum sholat karena menjaga Salman maka mengambil alih peran.

“Sini sama ayah.” ucap ayah. Sembari mengecek apa gerangan salman menangis.

Celananya tidak basah. Disendawakan pun tidak bersendawa.

Aha, ayah tahu bahwa salman ingin digendong.

Maka Salman pun digendong oleh ayahnya. Awalnya ia masih menangis namun tangisannya mulai berkurang. Ayah menggendong salman dengan posisi up right sehingga kepalanya bebas bereksplorasi.

Salman yang masih berumur 1,5 bulan itu mulai sedikit mereda nangisnya. Kepalanya bereksplorasi melihat ke atas, kanan dan kiri memperhatikan tembok rumah yang berwarna hijau.

Ayah pun yang melihat arah pandangan Salman kemudian mengajaknya bicara.

“Salman itu ada cicak. Ada berapa ya cicaknya.”

Salman seperti biasa tanpa respon namun semakin fokus melihat cicak yang ada didinding.

Senangnya, hanya dengan mengajak bercerita Salman menjadi tenang. Oh ya, setelah diperhatikan memang Salman suka sekali bila ada orang yang mengajaknya berbicara apalagi dengan nada-nada yang dibuat beraneka ragam.

Alhamdulillah
Masya Allah
Tabarakallah Salman 🙂

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like