Ternyata dari Sini Munculnya Rasa Tidak Percaya Diri

rasa tidak percaya diri

Pernahkah kamu merasa tidak percaya diri, minder, ragu-ragu, insecure, dengan kemampuan diri sendiri dan segala hal yang kamu lakukan?

Aku pernah. Ketika rasa tidak percaya diri itu muncul membuatku merasakan menjadi manusia tak berharga di dunia ini.

Aku pun merindukan masa-masa dimana aku begitu percaya diri, mendobrak batasan-batasan diri yang ada dalam diri.

Dari Mana Datangnya Rasa Tidak Percaya Diri?

“Sebenarnya CV kamu itu bagus, cuma kamu masih sering ragu-ragu dengan dirimu. Pasti ada yang tidak beres, nih, dengan kamu.” Kata suamiku ketika aku curhat tentang rasa tidak percaya diri yang mengkungkung diriku.

Suamiku bisa bilang begitu dari adiknya yang kini jadi adik iparku. Adik iparku dulu adalah teman satu komunitas.

Ketika ada seleksi sebuah acara kepemudaan di Jakarta, aku tiga kali berturut-turut tidak lolos hingga akhirnya bisa lolos. Berbeda dengan adik iparku yang bisa langsung lolos. Karena menjadi alumni, adik iparku bisa tahu bagaimana isi CV-ku.

Aku mengiyakan apa yang suamiku katakan kepadaku dan itulah hal terbesar yang sedang aku hadapi dan cari jalan keluarnya.

Aku mencoba untuk terus meningkatkan rasa percaya diriku dengan mengasah kemampuanku, hingga bisa dibilang hobiku adalah belajar, berkomunitas, belajar hal baru, hingga berkompetisi.

Namun, aku masih menemukan diriku dalam lubang rasa tak percaya diri. Ada apa sebenarnya dengan diriku? Aku sudah berusaha kerasa, tapi kok rasa tidak percaya diri itu masih saja mengkungkung diri ini.

Rasa tidak percaya diriku membuatku juga terkungkung dalam ketakutan. Setiap kali terbangun rasanya capek karena harus dihantui dengan berbagai macam ketakutan.

Berbagai cara lagi-lagi sudah aku coba, ada peningkatan, tapi jika aku sedang kembali down rasanya ingin menarik diri saja.

Kenapa rasa tidak percaya diri ini begitu menyiksa, membuat bayang-bayang ketakutan akan masa depan, dan apa penyebabnya?

Hingga aku mendapatkan jawabannya ketika ada sesi khusus bersama Life Coach Fena Wijaya untuk para blogger di ruang pulih.

Ketika pertama kali mendapatkan materi di Parade 2 Bangkit dari Luka Menuju Performa aku sangat antusias sekali dengan materi dan cara penyampaian materi oleh coach Fena Wijaya.

Coach Fena Wijaya memberikan energi positif pada setiap kata yang keluar dari bibirnya. Dalam hati aku ingin bisa mendapat sesi khusus dengan coach Fena Wijaya.

Alhamdulillah keinginan tersebut dikabulkan dan diwujudkan oleh Ruang Pulih, Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN), dan SEO Mom Community.

Pada hari Rabu kemarin aku mendapatkan sesi khusus bersama bloger lainnya dengan coach Fena Wijaya.

Coach Fena menanyai satu-satu apa yang ingin dibahas.

Tahukah kamu bahwa rata-rata dari bloger lainnya meminta pembahasan tentang rasa tidak percaya diri?

Ya, aku rasa memang setiap orang punya fase dimana ia tak percaya diri.

Ada satu penjelasan menarik dari coach Fena yang membuatku paham dari mana datangnya rasa tak percaya diri.

Masih ingatkah kita akan masa kecil kita dulu? Kita begitu berani mencoba berbagai macam hal dan tanpa keraguan?

Namun, mengapa setelah kita dewasa, kita menjadi memiliki banyak ketakutan sehingga merasa tak percaya diri untuk mencoba berbagai macam hal lagi?

Sejatinya rasa tak percaya diri, ragu-ragu, dan insecure itu bukan murni muncul dari dalam diri kita. Namun, berasal dari pancaran energi ketakutan, keraguan, yang ada di sekeliling kita.

Coach Fena Wijaya

Energi ketakutan dan keraguan orang-orang terdekat kita misal keluarga sangatlah mudah menular pada kita.

Misalnya orang tua takut anaknya berwirausaha karena ketakutan akan masa depan yang tak terjamin. Tanpa sadar getaran ketakutan itu beresonansi dan masuk ke dalam diri.

Seperti kisah salah seorang bloger yang ketika melihat wajah kakak-kakaknya tiba-tiba merasa marah. Ternyata ia selama ini terus-menerus mendapatkan energi kemarahan dari kakak-kakaknya itu sehingga menimbulkan kemarahan dalam dirinya.

Aku setuju dengan pernyataan Coach Fena.

Ya, ternyata selama ini aku sering terpapar energi ketakutan di lingkungan terdekatku.

Alhamdulillah aku mencoba mencari lingkungan lain seperti komunitas online yang setidaknya memberikanku paparan energi positif.

Coach Fena pun meminta kita untuk memejamkan mata dan memvisualisasikan diri bahwa energi positif kita terus membesar, mulai dari sebesar badan kita, ruangan kita, rumah kita, hingga sebesar bumi ini.

Akhirnya aku paham bahwa rasa tak percaya diri itu bisa kita kikis dengan mengelilingi diri kita dengan energi percaya diri dan energi positif.

Apakah kamu pernah merasakan hal yang sama? Coba cek di lingkungan terdekatmu apakah kamu lebih sering terpapar energi ketakutan, ketidakpercayaan, keraguan ataukah energi positif, kepercayaan?

Yuk sharing di kolom komentar. Semangat bertumbuh untuk menjadi pribadi percaya diri yang bisa melejitkan setiap potensi titipan Allah yang ada dalam diri kita.

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like