Serahkan Harimu Pada Allah, Harimu pun Terasa Mudah

Hari Rabu tanggal 19 Juni 2019 adalah hari aku kembali mengunjungi RSUD untuk memenuhi panggilan kontrol ke poli jantung untuk melakukan ekokardiologi, semacam ronsen jantung.
Bayangan yang muncul pertama kali saat malam menjelang keberangkatan ke RSUD yang letaknya di Banjarnegara kota adalah lamanya antrian menunggu. Sudah terbayang dalam benak pengalaman saat ke RSUD beberapa bulan lalu, antrian di poli jantung sangat penuh dan aku tak kebagian tempat duduk.

Ketika esok hari menjelang, aku dan suamiku sudah bersiap semenjak lepas subuh, berniat untuk merilekskan diri dengan memasrahkan semuanya kepada Allah.
“Ya Allah aku pasrahkan hariku padamu, biarkan Allah yang memudahkan.” Batinku dalam hati.

Jarak dari rumah ke RSUD sekitar 26 km dan itu membutuhkan waktu perjalanan menggunakan bus mikro selama satu jam. Aku berangkat bersama suamiku, namun suamiku berangkat terlebih dahulu dengan menggunakan sepeda motor. Sedangkan aku naik mikro karena kondisi kehamilanku yang tak bisa diajak perjalanan jauh dengan motor.

Suamiku sampai di RSUD setengah jam lebih awal daripada aku. Aku memperoleh antrian 147 untuk antrian BPJS dan nomor 27 untuk antrian pasien umum. Saat itu aku berniat untuk ke dua poli yakni poli jantung dan psikologi. Sesampainya disana antrian umum sudah menunjukkan angka 29 , maka aku segera ke loket dan segera setelah itu aku bisa langsung dapat ke poli psikologi. Sedangkan ku lihat di antrian BPJS masih nomor 40-an kalau tidak salah. Maka aku bersegera pergi ke poli psikologi.

Sesampainya disana aku dipanggil dan dapat nomor urut pertama. Aku berada di poli psikologi selama setengah jam. Ketika aku balik ke loket antrian BPJS,alhamdulillah nomor antrianku belum dipanggil. kulihat baru sampai nomor 125. Beruntung banget, aku sudah bisa ke poli psikologi dan sekarang saatnya ke poli jantung. Aku hanya menunggu sekitar 15 menit hingga no antrian BPJS ku dipanggil.

Akhirnya, dipanggil juga dan aku diminta untuk tes sidik jari. Waduh tes sidik jari kan biasanya aku paling zonk. karena jariku kering sehingga tidak terdeteksi sidik jariku. Namun alhamdulillah setelah beberapa kali, akhirnya bisa terbaca juga. Lanjut deh aku pergi menuju ke poli jantung. Alhamdulillah bisa dapat tempat duduk karena sepi banget. Aku dapat urutan nomor 15.

Alhamdulillah semua proses di RSUD mudah, aku juga sudah selesai sebelum dhuhur. Alhamdulillah ini berkah memasrahkan segala urusan pada Allah tanpa mengesampingkan usaha. Maka nilai inilah yang nantinya akan aku ajarkan pada bayi yang kini sedang aku kandung.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like